Selasa, 19 Mei 2015


Jenis-jenis Ancaman pada jaringan komputer


1.  DOS/DDOS
Denial of Services  dan  Distributed Denial of Services  adalah sebuah metode serangan yang bertujuan   untuk   menghabiskan   sumber   daya   sebuah   peralatan   jaringan   komputer   sehingga layanan jaringan komputer menjadi terganggu. Salah satu bentuk serangan ini adalah ‘SYN  Flood Attack’, yang mengandalkan kelemahan dalam   sistem  ‘three-way-handshake’.   ‘Three-way-handshake‘   adalah   proses   awal   dalam melakukan koneksi dengan protokol TCP. Proses ini dimulai dengan pihak klien mengirimkan paket dengan tanda SYN. Lalu kemudian pihak server akan menjawab dengan mengirimkan  paket   dengan   tanda   SYN   dan  ACK.   Terakhir,   pihak   klien   akan  mengirimkan   paket  ACK.  Untuk menghadapi serangan seperti  ini,   sistem   operasi   –   sistem   operasi     modern   telah   mengimplementasikan   metode-metode  penanganan, antara lain :
· Micro-blocks
· SYN Cookies.
· RST   Cookies.
Bentuk lain dari serangan DOS adalah ‘Smurf Attack‘ yang mempergunakan paket ping request. DOS juga dapat dilakukan dengan cara mengirimkan permintaan layanan yang diberikan oleh sebuah hostsecara berlebihan atau terus menerus. Tujuan dari serangan model ini adalah untuk membuat  host menjadi terlalu sibuk atau kehabisan sumber daya komputasi sehingga tidak  dapat melayani permintaan-permintaan lainnya.
2.  Packet Sniffing
Packet Sniffing adalah sebuah metode serangan dengan cara mendengarkan seluruh paket yang  lewat pada sebuah media komunikasi, baik itu media kabel maupun radio. Setelah paket-paket yang lewat itu didapatkan, paket-paket tersebut kemudian disusun ulang sehingga data yang  dikirimkan oleh sebuah pihak dapat dicuri oleh pihak yang tidak berwenang. Hal ini dapat dilakukan karena pada dasarnya semua koneksi  ethernet  adalah koneksi yang  bersifat broadcast, di mana semua host dalam sebuah kelompok jaringan akan menerima paket  yang dikirimkan oleh sebuah host. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini, yaitu: a) Secara   rutin   melakukan   pemeriksaan   apakah   ada  host  di   jaringan   kita   yang   sedang dalam mode  promiscuous, yaitu sebuah mode dimana  host  tersebut akan memproses  semua paket yang diterima dari media fisik. b) Mempergunakan   SSL   atau   TLS   dalam   melakukan   pengiriman   data.   Ini   tidak   akan mencegah packet sniffer untuk mencuri paket yang dikirimkan. c) Melakukan   koneksi   VPN,   sehingga   tetap   bisa   mempergunakan   aplikasi   yang   tidak mendukung SSL atau TLS dengan aman.
3.  IP Spoofing
IP Spoofing adalah sebuah model serangan yang bertujuan untuk menipu seseorang. Serangan ini  dilakukan   dengan   cara   mengubah   alamat   asal   sebuah   paket,   sehingga   dapat   melewati perlindungan  firewall  dan menipu  host  penerima data. Hal ini dapat dilakukan karena pada dasarnya alamat IP asal sebuah paket dituliskan oleh sistem operasi  host  yang mengirimkan paket tersebut. Dengan melakukan  raw-socket-programming, seseorang dapat menuliskan isi paket yang akan dikirimkan setiap bit-nya sehingga untuk melakukan pemalsuan data dapat dilakukan dengan mudah. Untuk mengatasi serangan yang berdasarkan  IP Spoofing, sebuah sistem operasi harus dapat  memberikan nomor-urut yang acak ketika menjawab inisiasi koneksi dari sebuah host. Dengan
nomor urut paket yang acak, akan sangat sulit bagi seorang penyerang untuk dapat melakukan pembajakan transmisi data. Konfigurasi firewall yang tepat juga dapat meningkatkan kemampuan jaringan komputer dalam menghadapi IP SpoofingFirewall harus dibuat agar dapat menolak paket-paket dengan alamat IP   sumber   jaringan   internal   yang   masuk   dari  interface  yang   terhubung   dengan   jaringan eksternal.
4.   DNS Forgery
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk mencuri data-data penting orang lain adalah dengan cara melakukan penipuan. Salah satu bentuk penipuan   yang bisa dilakukan adalah penipuan data-data DNS. DNS adalah sebuah sistem yang akan menterjemahkan nama sebuah   situs   atau  host  menjadi   alamat   IP  situs   atau  host  tersebut.   Cara   kerja   DNS   cukup sederhana, yaitu sebuah host mengirimkan paket (biasanya dengan tipe UDP) yang pada header paket tersebut berisikan alamat host penanya, alamat DNS resolver, pertanyaan yang diinginkan serta sebuah nomor identitas. DNS resolver  akan mengirimkan paket jawaban yang sesuai ke penanya. Untuk dapat melakukan gangguan dengan memalsukan data DNS, seseorang membutuhkan informasi-informasi di bawah ini :
· Nomor identitas pertanyaan (16 bit)
· Port tujuan pertanyaan
· Alamat IP DNS resolver
· Informasi yang ditanyakan
· Waktu pertanyaan.
5.  DNS Cache Poisoning
Bentuk lain serangan dengan menggunakan DNS adalah  DNS Cache Poisoning. Serangan ini memanfaatkan cache dari setiap server DNS yang merupakan tempat penyimpanan sementara data-data domain yang bukan tanggung jawab server DNS tersebut. Cara yang paling efektif dalam menghadapi serangan yang merubah DNS server adalah dengan melakukan otentikasi  host  yang akan kita hubungi. Model otentikasi yang banyak digunakan saat ini adalah dengan mempergunakandigital certificate. Dengan digital certificate, seseorang dapat dengan yakin bahwa host yang dia akses adalah host yang sebenarnya

Peranan Administrator dalam jaringan

peran tugas Administrator dalam jaringan
Menurut Wikipedia, administrator adalah orang yang bertugas mengurus hal-hal yang bersifat administratif. Istilah administrator digunakan juga dalam jaringan komputer dan internet dimana administrator atau sering disebut dengan istilah admin memiliki wewenang dan peranan yang besar dalam mengendalikan suatu jaringan komputer, baik lokal maupun internet. Admin yang dimaksud dalam dunia jaringan komputer adalah seseorang atau sebuah tim yang bertindak sebagai pengatur dalam suatu jaringan. Beberapa tanggung jawab yang diemban oleh jabatan admin antara lain adalah:
  1. Memastikan keamanan jaringan (security)
Melindungi komputer yang berada di dalam suatu jaringan adalah tugas utama dari admin. Keadaan jaringan komputer yang aman dan berfungsi baik harus dipastikan oleh admin. Komputer dan jaringannya harus terproteksi dari kemungkinan ancaman pihak lain yang tidak memiliki hak akses atau dari ancaman program jahat seperti virus dan malware. Pemilihan antivirus yang tepat dan mengatur hak akses dalam jaringan adalah salah satu hak mutlak yang dimiliki admin untuk menjalankan tugasnya dalam bidang ini.
  1. Mengatur pengguna
Dalam perusahaan yang memiliki jaringan komputer kelas menengah, seorang admin bertugas dalam mengatur pengguna jaringan tersebut. Admin harus tahu dengan baik komputer mana saja dan sumber daya apa saja yang ada dalam jaringan yang ia pimpin. Admin juga merupakan penegak dari aturan atau kebijakan perusahaan dalam mengakses jaringan sehingga dapat ditaati oleh seluruh pengguna jaringan tersebut. Misalnya memblokir akses jejaring sosial pada saat jam kerja, dan lain sebagainya. Umumnya dalam jaringan memiliki akun masing-masing. Akun user ini biasanya dikelompokkan berdasarkan nama, jabatan dan kepentingan dalam mengakses jaringan serta waktu akesenya. Setelah akun dikelompokkan, maka baru diberi hak akses penggunaan resources berupa data dan perangkat keras sesuai dengan porsi pekerjaan user tersebut.
  1. Mengatur cadangan data
Tugas dari admin yang penting lainnya adalah tanggung jawabnya dalam membuat salinan data sebagai cadangan dari data-data penting miliki suatu jaringan dari perusahaan atau instansi tertentu. Backup ini berfungsi sebagai cadangan data saat terjadi hal-hal yang diluar dugaan seperti bencana alam, terhapus data secara tak sengaja atau kerusakan perangkat keras penyimpanan data. Dengan backup data, maka admin dapat menyelamatkan data penting perusahaan dan mengembalikannya seperti semula pada saat tanggal terjadinya backup.
  1. Troubleshooting atau penanganan masalah
Ini adalah pekerjaan wajib dari admin dalam mengatasi masalah di dalam jaringan. Admin wajib menjaga jaringannya supaya dapat beraktivitas secara normal tanpa adanya masalah. Masalah yang timbul umumnya berupa masalah teknis seperti kerusakan pada komputer, gangguan pada koneksi internet, kabel yang terputus dan lain sebagainya.
  1. Update atau pemutakhiran
Tugas ini umumnya berkaitan dengan perangkat lunak, namun tidak menutup kemungkinan juga perangkat keras. Update sepertinya adalah hal yang sepele namun memiliki dampak besar dalam jaringan tersebut. Update perangkat lunak misalnya adalah update sistem operasi dan antivirus, sedangkan update perangkat keras misalnya penggantian perangkat router atau switch yang sesuai dengan tuntutan jaringan yang berkembang.
SISTEM KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER

1.   Apa itu Keamanan Jaringan 
Satu hal yang perlu diingat bahwa tidak ada jaringan yang anti sadap atau tidak ada jaringan komputer yang benar-benar aman. Sifat dari jaringan adalah melakukan komunikasi. Setiap komunikasi dapat jatuh ke tangan orang lain dan disalahgunakan. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Selain itu, pastikan bahwa user dalam jaringan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keamanan dan pastikan bahwa mereka menerima dan memahami rencana keamanan yang Anda buat. Jika mereka tidak memahami hal tersebut, maka mereka akan menciptakan  lubang (hole) keamanan pada jaringan Anda.

Ada dua elemen utama pembentuk keamanan jaringan : 
·  Tembok pengamanan, baik secara fisik maupun maya, yang ditaruh diantara piranti dan layanan       jaringan yang digunakan dan orang-orang yang akan berbuat jahat. 
·  Rencana pengamanan, yang akan diimplementasikan bersama dengan user lainnya, untuk menjaga agar sistem tidak bisa ditembus dari luar.

Segi-segi keamanan didefinisikan dari kelima point ini: 
a.  Confidentiality Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang                    memiliki wewenang. 
b.  Integrity Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki                        wewenang. 
c.  Availability Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika      dibutuhkan. 
d.  Authentication Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar        dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu. 
e.  Nonrepudiation Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat                menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.

Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan dalam empat kategori utama yakni: 
a. Interruption 
   Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai              oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran       jaringan. 
b. Interception 
    Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa       berupa  orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam      suatu jaringan. 
c. Modification 
    Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya           adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak                     semestinya, dan  modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan. 
d. Fabrication 
    Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah         pengiriman pesan palsu kepada orang lain.

Ada beberapa prinsip yang perlu dihindari dalam menangani masalah keamanan : 
  • diam dan semua akan baik-baik saja 
  • sembunyi dan mereka tidak akan dapat menemukan anda 
  • teknologi yang digunakan kompleks/rumit, artinya